Januari 27, 2010
Infotainment? No!
Setelah sekian lama tidak nge-post something diblog ini, akhirnya kusediakan waktu khusus untuk mencorat-coret sedikit apa yang ada di pikiran, sambil menunggu suami pulang yang mungkin agak telat karena diluar hujan, hiks.. miss u..
Banyak yang bilang aku orangnya sabar. Setelah instropeksi diri, mungkin ada benarnya, tetapi sebenarnya kurang tepat. Aku orang nya berhati-hati. Pada saat ada hal-hal yang tidak kusukai, membuat hati kesal atau emosi, aku memang tidak terbiasa langsung menumpahkan. Aku berhati-hati, melihat kondisi yang ada. Yang pasti terpikir, dengan menumpahkan kekesalan apakah akan memperbaiki yang ada, akan berdampak positif atau justru malah membuat tambah kesal.
Apa yang membuatku kesal adalah infotainment. Salah satu program tontonan di TV yang ternyata justru ratingnya tinggi dan banyak ditunggu-tunggu ‘penikmat’-nya. Kadang bingung sendiri kok bisa ada yang menikmati acara seperti itu.
Infotainment adalah istilah kerennya dari acara gossip. Infotainment isinya apa aja? Ya, apa saja yang berhubungan dengan kehidupan artis. Jika ada artis yang mau menikah, pasti langsung ada liputannya. Bahkan sering dua artis remaja umur belasan tahun pun diwanwancarai kapan rencana nikah. Artis A lagi kelihatan dekat sama artis B pun heboh dikejar-kejar pertanyaan apakah mereka lagi ada hubungan atau enggak. Apalagi kalau ada info gonjang-ganjing dalam kehidupan pernikahan artis. Hebohnya bukan main. Mulai dari teman, saudara, tetangga dikorek-korek apa alasan retaknya kehidupan rumah tangganya. Dan kalu ada info sedikit mengenai orang ketiga, langsung semua infotainment di semua program TV memberitakan hal tersebut. Nauzdubillah.
Yang lebih aneh lagi, kalau lagi ga ada ‘hot news’, acara infotainment penuh dengan mengikuti kegiatan artis dalam kesehariannya,misal ikut artis makan di warung favoritnya, melihat artis mencuci sendiri mobilnya, melihat artis main-main sama hewan peliharaannya, dan masih banyak lagi hal-hal ‘informatif’ lainnya. Huh.. rasanya buang-buang waktu, buang-buang listrik lagi.
Di saat lagi kesal-kesalnya cari-cari deh hadist untuk menenangkan hati, dan ketemu hadist ini: “Tidak ada tegukan yang lebih besar pahalanya daripada orang yang meneguk kemarahan demi mengharapkan ridha Allah” (Ibnu Majah)
Mengenai infotainment, ormas islam terbesar di Indonesia bahkan sudah pernah menetapkan fatwa haram terhadap tayangan infotainment Juli 2006 lalu. Ini aku temukan saat membaca Koran Republika edisi 8 Januari 2010. Ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi mendesak agar tayangan-tayangan berbau gossip segera dihentikan. Beliau menilai bahwa infotainment gossip adalah pembunuhan karakter terhadap orang yang diberitakan, apa pun alasannya. Dan beliau mengajak pengelola infotainment untuk mencari rezeki yang halal di tengah sulitanya ekonomi bangsa Indonesia, bukan dengan ‘menjual’ berita-berita gossip.
Menggosip adalah menggunjing alias ghibah. Apa yang dimaksud dengan ghibah? Menurut HR Muslim ghibah adalah menyebutkan sesuatu yang tidak disukai oleh saudaramu. Dan apabila yang dikatakan itu tidak benar, maka itu adalah dusta. Allah bahkan menyamakan pelaku ghibah seperti orang yang memakan bangkai. Dan mengenai ghibah juga banyak terdapat di hadist-hadist.
“… Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?..” (Al Hujurat:12)
“Pada malam perjalanan (Isra’) aku melewati suatu kaum yang mencakar wajah mereka dengan kuku mereka sendiri. Aku berkata, ‘Wahai Jibril, siapakah mereka itu?’ Jibril menjawab, ‘Mereka adalah orang-orang yang suka menggunjing dan menjatuhkan kehormatan orang lain.’” (HR Abu Dawud)
Di tengah-tengah kekesalannku dengan infotainment kadang timbul kebingungan. Kok, sepertinya kebanyakan orang disekelilingku fine-fine aja tuh nonton infotainment. Justru berita di infotainment menjadi topik pembicaraan. Nah, kalau ada yang sudah mengajak ngobrol-ngobrol tentang kehiduan artis, paling aku senyum-senyum aja, kadang menanggapi juga untuk menghargai. Not more than that! Padahal Dalam hati sih istighfar dan pengen rasanya kabur ke tempat lain. Lama-lama makan ati kan ga enak juga kan.. Di tengah-tengah kebingungan kenapa banyak yang artis-oriented, Alhamdulillah aku menemukan ketenangan bersama teman-temanku di pondok pinang. Teman-teman yang istiqomah bertemu tiap pekan untuk menimba ilmu, saling memotivasi dan selalu saling mengingatkan. Begitu pula dengan teman-teman kuliahku dulu. Walaupun jarang ketemu, tapi setiap pertemuan terasa begitu berharga. Terasa nyaman.
Aku punya definisi sendiri mengenai kata “ghuroba” atau orang asing. Tidak tahu benar atau tidak maksudnya. Tapi di pikiranku ghuroba adalah orang yang seperti orang asing-asing di tengah keramaian atau orang-orang di sekitarnya. Di saat perempuan-perempuan berdandan habis-habisan berusaha terlihat senatural mungkin seperti dian sastro, atau dandanan agak heboh dikit ala Sandra Dewi, ada orang (perempuan) yang asing yang justru menutup tubuhnya dengan pakaian yang tidak membentuk tubuh dan hanya memperlihatkan wajah dan telapak tangannya saja. Di saat wanita-wanita berlomba mencari dokter kandungan yang terbaik untuk kelahiran caesar dan sudah memilah-milih susu formula terbaik untuk bayinya, masih ada wanita-wanita asing yang memburu dokter yang pro normal dan justru ketakutan jika nanti bagaimana kalau ASI tidak keluar. Banyak orang-orang yang kerjaannya ngomongin artis terus. Semoga orang-orang seperti itu bisa jadi artis atau bisa cari pacar artis atau punya temen artis atau anaknya nanti bisa jadi artis. Hehe, yang penting everybody happy kan..
Curhatan ini tujuannya juga intinya untuk menyemangati diri sendiri. Ya.. bikin heppi diri sendiri aja. Yang pasti aku sendiri jauh dari sempurna, tapi kita berusaha yang terbaik untuk membentengi diri sendiri, dan berusaha menjadi lebih baik. Namanya juga usaha.. hehe..
“Di antara (tanda) baiknya Islam seseorang adalah ia meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat” (HR Tirmidzi)
Nah,mengenai infotainment ini kadang merasa seperti ghuroba alias orang asing. Tapi saat mengingat masih ada teman-teman seiman dan mengingat materi-materi urgensi dan berbagai keutamaan yang pernah kudapat dan juga pernah kuberikan, aku jadi semangat lagi. Infotainment, no. Ghuroba, yes!!
Allahualam.
Serpong, 21 Januari 2010
Juni 4, 2009
Berlari itu lebih lelah
Jum’at lalu denga terburu-buru aku naik ojeg dari Sarinah menuju stasiun Gondangdia dengan membawa sandal cantik yang baru kubeli disana. Jam sudah menunjukkan pukul 18.30, jadi aku pun berjalan terburu-buru menaiki tangga stasiun. Alhamdulillah kereta yang akan kunaiki belum datang, dan aku pun bertemu dengan temanku untuk sama-sama berangkat ke Bekasi. Kami akan ke Bekasi untuk menghadiri walimahan teman esoknya. Kami datang semalam sebelumnya untuk menghindari agar tidak terlambat sampai ke acara. Maklum kami panitia.

Temanku yang jarang menggunakan kereta sebagai alat transportasi sehari-hari menyampaikan keheranannya. Kok orang-orang di stasiun kebanyakan terburu-buru bahkan berlari. Aku bilang bahwa itu hal biasa. Di stasiun tanah abang hal serupa juga menjadi hal yang lumrah. Kalau dipikir-pikir memang lucu juga. Kalau pagi biasanya aku sering melihat orang berlari-lari mengejar kereta. Ada yang sambil membawa tas berat (yang sepertinya berisi laptop), berlari-lari dengan hebohnya dengan sepatu berhak 3 cm. Hihi, ini kok seperti aku ya.. Intinya semua berlari supaya tidak ketinggalan kereta, dan tidak terlambat sampai ke tujuan.
Kemudian terpikir hidup ini penuh dengan ”berlari” ya. Begitulah yang kurasa dalam hidupku. Waktu di kuliah dulu, saat alhamdulillah aku mendapatkan hidayah-Nya, aku merasa jauh tertinggal dari temen-temanku. Saat kusadari bahwa hidup ini hanya sekali, maka kita harus memanfaatkannya dengan menjalani hidup sesuai fitrahnya yaitu ibadah. Saat itu aku cukup kaget, apa yang harus dilakukan, banyak bekal yang belum dimiliki. Akhirnya aku ”berlari”. Banyak belajar dan bertanya ini itu. Ternyata cukup melelahkan, kenapa? Karena banyak hal yang berubah. Tapi alhamdulillah kurasakan bahwa hasil ”berlari”-ku dulu menjadi bekal yang berharga saat ini, saat aku dilepas di ”alam liar” yang sering disebut sebagai the real world. Sebuah dunia yang jauh dari lingkungan kondusif seperti kampus yang kesehariannya dipenuhi oleh kegiatan-kegiatan tarbiyah. Now, I’m in the real world, where we can found lion, tiger and alligator. It’s a wild forest truly.
Berlari berbeda dengan berjalan. Berjalan adalah berpindah tempat dari satu titik ke titik lain. Sedangkan berlari berpindah tempat dari satu titik ke titik yang lain dalam waktu yang cepat karena dilakukan dengan usaha lebih keras, lebih lelah. Sebuah perjuangan. Sebuah pengorbanan. Sering kagum dengan para sahabat. Bagaimana tadhiyah (pengorbanan) mereka yang luar biasa untuk memperjuangkan din mereka. Saat keluar perintah untuk berhijrah, mereka meninggalkan kampung halamannya, mata pencahariannya, tanahnya, hartanya,bahkan ada yang meninggalkan keluarganya. Subhanallah ya.
Sampai sekarang pun walaupun begitu seringnya ku mendengar kisah-kisah heroik para sahabat, bagaimana mereka dengan gagah berani maju ke medan jihad dengan satu tujuan, meraih syahid, hati ini selalu tergetar. Saat kaum kafir telah mereka kalahkan, dan pulang dengan membawa kemenangan, kembali mereka merindukan kapan akan meraih kesyahidan. Subhanallah. Nah, itu baru dapat kusebut ”berlari”. Sebuah pengorbanan dan perjuangan dengan segenap jiwa untuk suatu tujuan yang pasti. Untuk suatu tujuan yang sudah terpatri di depan mata-mata mereka.
Mengutip dari alm Sigit Firmansyah, yang kudapat dari seorang teman ”Sesungguhnya surga itu hanya terdefinisi pada hati seorang pejuang.” Kenapa harus berlari. Kenapa tidak hanya berjalan. Toh, sama-sama saja kan. Manusia kan memiliki keterbatasan, jadi masa’ sih harus berlebihan dalam berusaha, dalam melakukan sesuatu. Seorang pejuang tidak akan mungkin berpikir demikian. Mereka memiliki satu tujuan. Dan tujuan tersebut menjadi cambuk bagi mereka. Tujuan itu membuncah menjadi sebuah kerinduan yang luar biasa. Tujuan itu menjadi sebuah energi raksasa yang meluap keluar menjadi sebuah pengorbanan berupa apa saja yang dapat mereka korbankan. Tujuan itu adalah meraih surga-Nya. Surga yang dipenuhi dengan buah-buahan lezat, minuman-minuman yang kenikmatannya tidak ada tadingannya di dunia. Surga yang didalamnya orang-orang beriman akan dipertemukan dengan Rasul-Nya. Surga dimana orang-orang yang berbuat baik akan mendapatkan pahala yang terbaik yaitu berjumpa dengan Rabb-nya.
Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Mereka melihat RabbNya”. [Al-Qiyamah : 22-23]
Dari Shuhaib Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila ahli Surga telah masuk ke Surga, Allah berkata: ‘Apakah kalian ingin tambahan sesuatu dari-Ku?’ Kata mereka: ‘Bukankah Engkau telah memutihkan wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam Surga dan menyelamatkan kami dari api Neraka?’ Lalu Allah membuka hijab-Nya, maka tidak ada pemberian yang paling mereka cintai melainkan melihat wajah Allah Azza wa Jalla. Kemudian Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat ini: ‘Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (Surga) dan tambahannya.’” [Yunus: 26]
Allahu’alam bishawab.
8 Mei 2009
Desember 31, 2008
Palestina saat ini

Gaza 27-12-08
Hingga saat ini (terakhir lihat di TV kurang lebih jam 9 malam), berita masih menayangkan mengenai serangan membabi-buta Israel ke Palestina. Sudah lebih dari 390 warga Palestina tewas (31/12/08). Dan bahkan diberitakan ini adalah salah satu serangan Israel yang paling masif sejak konflik 60 tahun lalu. Presiden Mesir hingga hari ini menegaskan tidak akan membuka perbatasan Rafah, walaupun tetap mengatakan bahwa Mesir mengutuk serangan Israel ini. Juga belum ada tindakan apa-apa dari OKI. Serangan membabi-buta ini akan diteruskan dengan serangan darat terbuka. Info lebih detailnya dapat dilihat di http://www.infopalestina.com.
Aneh, miris, dan sedih. Aneh. Aneh karena teringat saat dilaksanakan Pemilu di Palestina. Bahkan Amerika mendukung proses demokratisasi itu disana. Tapi disaat pemilu yang demokratis itu dimenangkan oleh Hamas, Palestina malah diembargo.
Miris. Miris karena lembaga dan organisasi internasional belum ada yang melakukan tindakan apa-apa, OKI, PBB. Sedih. Sedih karena setelah sekian lama penderitaan yang dirasakan saudara-saudara kita di Palestina, kedamaian dan ketenangan tak kunjung datang.
Jangan pernah berpikir bahwa kita tidak bisa melakukan apa-apa. Berbuatlah sesuatu walaupun sedikit, tapi jangan hanya diam. Begitu seringnya kita melihat berita di TV, koran. Siang, malam. Jika kita terus cuek dan cuek kelamaan empati itu hilang. Hati menjadi bebal. Tanpa kita sadari diri ini menjadi egois dan tidak perduli sama sekali dengan orang lain. Naudzubillah. Apa saja yang dapat kita lakukan?
- Seminimal mungkin dapat dengan do’a. Do’a seorang muslim untuk kawannya yang tidak hadir dikabulkan Allah. (HR. Ahmad).
- Membantu dengan harta.
· KOMITE IINDONESIA UNTUK SOLIDARITAS PALESTINA (KISPA)
Infaq Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cabang Slipi
No 311.01856.22 a/n Nurdin QQ Kispa
· KNRP
Infaq BCA Cabang Jatinegara Barat7600325099 Komnas Untuk Rakyat Palestina
· BULAN SABIT MERAH INDONESIA
Bank Syariah Mandiri cab. Jatinegara No. Rek. 0010102555
Bank Syariah Mandiri cab. Tanjung Priok No. Rek. 0200038569
a/n. Bulan Sabit Merah Indonesia
· MER-C (MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITE)
Ketik “MERC PEDULI” Kirim ke 7505 untuk memberikan donasi Rp.5000/sms.
3. Ikut aksi solidaritas. Akan diadakan aksi solidaritas untuk Palestina pada hari Jum’at 2 Januari 2009 di bundaran HI. http://www.pk-sejahtera.org/v2/index.php?op=isi&id=6596
Kapan muslim Palestin dapat sholat Jum’at di Masjidil Aqso tanpa melalui pemeriksaan dan pembatasan? Kapan anak-anak Palestin bisa sekolah dan bermain tanpa rasa was-was? Kapan keluarga Palestin dapat tidur tenang tanpa khawatir tank-tank Israel akan menghancurkan rumah mereka? Kapan warga Palestina dapat menikmati kebebasan hidup di tanah airnya sendiri? Palestina yang aman, tenang, damai semoga menjadi gambaran Palestina yang akan datang. Aamiin.
Desember 18, 2008
Antara berdetak dan berdegup
Manusia butuh akan Tuhannya. Itu bukanlah sebuah teorema. Itu ilmu pasti. Sama seperti rumus phytagoras. Jika a dan b masing-masing adalah sisi yang saling tegak lurus pada segitiga siku-siku, dan c adalah sisi miringnya. Maka a2 + b2 = c2. Titik. Formula yang tidak dapat dibantah. Lain halnya dengan teorema relativitas e = m x c2. Masih sebuah teori. Belum dapat dibuktikan.
Manusia butuh akan Tuhannya. Kenapa? Karena manusia itu pada dasarnya lemah. Pada dasarnya bodoh. Lemah karena memiliki nafsu. Nafsu yang jika tidak dikendalikan, akan balik mengendalikan diri. Bodoh karena cahaya islam telah datang menghampiri, tahu mana yang baik untuk dirinya dan mana yang buruk, tapi tetap memilih opsi yang kedua, jalan yang buruk. Atau masih saja berdiri di pertengahan jalan, ragu untuk melangkah.
Manusia butuh akan Tuhannya. Karena sering di tengah kebahagian yang dirasakan, rezeki yang melimpah, keluarga dan teman-teman di sekitarnya, diri itu masih saja merasa sendiri, hampa. Di tengah keramaian dan riuh tawa dan cerita, di dalam, jiwa diam.
Manusia butuh akan Tuhannya, dan rindu akan rasul utasan-Nya. Dunia ini rumit. Disaat para pemimpin pengayom rakyat, mencuri dari rakyatnya. Disaat si Kaya pembuka rezeki si miskin, mengambil dari si miskin. Disaat yang kuat beramai-ramai menghancurkan yang lemah. Disaat hakim-hakim agung dan mulia tergadaikan keadilannya. Manusia takut untuk bergerak. Seperti jijik jika melangkah ke kanan atau kedepan, celananya yang bersih dapat kotor oleh lumpur. Terbuai mimpi indah untuk hidup di zaman rasul saja. Diayomi oleh Rasul, dibimbing oleh para sahabat. Nikmatnya.
Manusia butuh akan Tuhannya terutama disaat diam. Bukan diam dalam dimensi waktu, karena toh jam menunjukkan waktu bergulir. Bukan juga diam dalam dimensi ruang, karena ada perpindahan, ada pergerakan. Diam disini adalah berhenti berdegupnya jiwa. Anehnya, pada saat jiwa tidak bedegup, jantung malah berdetak lebih cepat dari biasanya. Tapi alih-alih jantung memompa darah beroksigen yang dibutuhkan tubuh, jantung memompa suatu zat yang membuat tubuh terasa kelu, janggal, asing. Rasanya seperti ruh menempati tubuh yang salah. Tidak cocok, tidak pas. Kalau kita memakai sepatu yang kekecilan, pasti akan dilepas sepatu itu. Saat jantung berdetak, darah terpompa ke seluruh tubuh, tubuh terasa semakin janggal. Jantung berdetak, tapi jiwa tidak berdegup, dan ruh hanya diam tidak bereaksi.
Manusia butuh Tuhannya. Seperti disaat seorang yang sederhana diundang ke sebuah perhelatan besar nan megah. Seharian mencari baju untuk dipakai, tapi tidak ada baju yang pantas. Dan terpikir untuk lebih baik tidak pergi, malu. Manusia butuh Tuhannya, manusia butuh kasih-sayang-Nya. Tapi, apakah manusia pantas mendapatkan cinta-Nya.
Ya Allah, jangan jadikan kami orang-orang yang Engkau cabut hidayahnya, Engkau tarik cahaya imannya karena kesalahan-kesalahan yang kami perbuat. Takut diri ini jika jauh dari-Mu. Ikatlah dan rantailah diri ini dengan tilawah dan sujud. Kuatkanlah diri ini dengan semangat Umar bin Khattab yang tak ragu untuk menyongsongkan pedangnya untuk mempertahankan keyakinannya. Dan janganlah Engkau beri kenikmatan yang dapat menjeremuskan kami ke jurang yang dalam, jurang yang gelap tanpa cahaya.
Perumpaan mereka seperti orang-orang yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. (QS Al Baqoroh: 17).
Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. Dan sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan bagi mereka atau engkau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman juga. (QS Yasin: 9 -10).
Just put it in the pensieve
Apa itu pensieve? Pensieve itu bentuknya seperti kuali atau mangkok. Fungsinya untuk menyimpan cerita, peristiwa, memori atau ide. Semua bisa disimpan disana.
Kenapa perlu pensieve? Intinya karena manusia tuh sesuatu yang luar biasa. Otak manusia kerjanya jauh lebih hebat dari prosesor manapun, dan memorinya juga jauh lebih hebat dari RAM manapun. Tapi saking hebatnya kadang malah sulit untuk melihat atau mencermati hal-hal yang terjadi, peristiwa yang lewat dan apa-apa saja yan dilakukan. Nah, disini perlunya pensieve. Jika dirasa ada sesuatu yang menarik, penting atau sesuatu yang tidak menarik dan tidak penting tetapi memiliki potensi kedepan untuk itu, just put it ini the pensieve, masukkan saja ke pensieve. Jadi di lain waktu kita bisa melihatnya kembali. Tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi bisa juga untuk yang lain.
Beda dengan pensievenya Dumbledore, pensieveku ini terbuka untuk semua. Jadi, mohon masukannya ya… hehe kayak surat atau laporan aja ya.. ^_^
Ini baru baca hal yan menarik di perjalanan di kerata tadi pagi, “Sakit dalam perjuangan itu hanya berlangsung sementara: bisa satu menit, satu jam, satu haru, atau satu tahun. Namun, jika Anda menyerah, rasa sakit itu akan terasa selamanya.” Jadi, walaupun kadang dalam hidup diliputi rasa lelah, sedih, kecewa, tapi diluar itu (red: kalau dalam diagram venn, komplemen dari semua itu
) yaitu kenikmatan dan kebahagian yang diberikan ke kita, itu jauh lebih besar dan luas. Yang jika air di semua lautan di dunia digunakan sebagai tinta untuk menuliskan kenikmatan dan kebahagian yang kita miliki, maka semua air itu tidak akan cukup. So, keep on fighting!! Innallaha ma ana, sesungguhnya Allah bersamamu ^__^