Maret 23, 2010
Cerita Masa Kehamilan dan Melahirkan 1: Sang Pemburu Lalat
Alhamdulillah aku sudah menjadi ibu sekarang. Subhanallah begitu banyak pengalaman yang kurasakan mulai dari kehamilan, proses melahirkan hingga sekarang proses adaptasi seorang perempuan menjadi seorang ibu. Ingin sekali kuceritakan berbagai hal sejak lalu. Tapi karena selama hamil aku tetap kerja dan sampai rumah sudah tepar, jadi kupending dulu unforgatable moments yang ingin kutuangkan dalam ‘Diari Ummi’ ini.
Bukannya malah ingin menceritakan tentang dede kecil yang sekarang ada disampingku, atau pengalaman mengurus si kecil, sekarang aku ingin cerita tentang Sang Pemburu Lalat. Jadi ceritanya begini.. Tidak tahu mengapa, sejak dede Bara sudah dibawa ke my home sweet home di Serpong Tangerang Selatan, di rumah mulai bermunculan lalat. Eits, tapi lalat berdatangan bukan karena dede Bara lho. Mungkin karena sekarang sudah musim hujan, kadang panas terik, kadang hujan deras, jadi lalat-lalat berdatanglah ke rumah.
Lalat-lalat pun berdatangan tanpa ampun.
Dan dimana ada aksi, maka akan ada reaksi. Sang pemburu lalat pun datang. Beda dengan pemburu hantu atau Ghostbusters yang memiliki banyak gadgets, sang pemburu lalat beraksi dengan tangan kosong. Walaupun lalat terbang dengan kecepatan tinggi, sang pemburu lalat memiliki jurus-jurus jitu untuk menaklukkannnya. Memukul di saat lengahnya si lalat atau dengan memerangkap si lalat terlebih dahulu misal dengan korden jika si lalat sedang hinggap di dekat jendela. Sering aksinya harus dilakukan berkali-kali sampai akhirnya si lalat pun berhasil di lumpuhkan. Kadang pula dengan mata lelah karena kurang tidur, sang pemburu lalat dengan semangat 45 melakukan aksinya demi buah hati tersayangnya yaitu Bara. Yups, sang pemburu lalat itu adalah abinya Bara, suamiku tercinta.
Aku tahu bahwa abi sangat sayang dede bahkan sejak dede Bara masih dalam perutku. Buktinya abi selalu sabar mendengarkan curhatku via handphone dari kantor saat pinggang dan punggungku pegal dan ngilu. Abi juga selalu menyemangatiku di pagi hari untuk berangkat kerja. Abi juga setiap malam selalu menceritakan cerita untuk dede, membacakan Al Matsurat dan membacakan adzan atau iqomah sebelum shalat berjamaah berdua. Juga abi membantu perkerjaan rumah disaat aku terlihat tak berdaya di tempat tidur, istirahat. Belum lagi abi mendampingiku dari awal sampai akhir proses persalinan, membacakan surat-surat pada Al-Qur’an untuk menenangkanku saat kontraksi hingga akhirnya dede Bara keluar dari perutku. Pokoknya Super Dad deh. Alhamdulillah aku sudah mengalami dan merasakan perjuangan jihad seorang wanita yaitu melahirkan, yang Alhamdulillah pula bisa kujalani dengan baik dengan bantuan suamiku tercinta. Luv u hunnybunny!
Serpong, 22 Maret 2010
hunnybunny (Ayah) berkata,
Maret 23, 2010 pada 7:50 am
Subhanallah..
rindu rasa ini ingin jumpa
tulisan ini luar biasa
menutup lembaran ini pun tak rela
perasaanku sangat gembira
bersama ummi dan Bara..
luv u all
-Ayah-
hunnybunny (Ayah) berkata,
Maret 23, 2010 pada 9:39 am
btw, hunnybunny merasa sangat seneng bisa menemani hunny disaat detik-detik melahirkan. apalagi sembari memuroja’ah Al-qur’an.
Hunnybunny sangat bersyukur ama Allah diberikan istri sehebat hunny.
it’s amazing, wish our kid is always blessed by Allah SWT.
Wish we are being a good family (Sakinah, Mawaddah wa Rohmah)
amin..
luv u all
-a fly hunter-
yazid berkata,
September 5, 2011 pada 12:58 pm
tentang apa nih…? salam kenal ya bu….hihihi